Ajak Alumni Tebuireng untuk Ziswaf, LSPT Buka Stand di Gelar Karya Alumni

Ajak Alumni Tebuireng untuk Ziswaf, LSPT Buka Stand di Gelar Karya Alumni
Dok. Foto : Stand LSPT di Gelar Karya dan Temu Alumni Nasional Ikapete, Jumat, (26/05).
banner 468x60

Ajak alumni Tebuireng untuk zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf), Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT) buka stand di acara Gelar Karya Alumni. Kegiatan yang bersamaan dengan Halal Bihalal dan Temu Alumni Nasional Ikatan Alumni Pesantren Tebuireng (Ikapete) ini digelar selama tiga hari mulai dari Jumat, (26/05) s/d Minggu, (28/05).Thank you for reading this post, don’t forget to subscribe!

Gelar karya atau bazar ini bertempat di belakang Masjid Pesantren Tebuireng atau bersebelahan dengan maqbarah para masyayikh. Sementara itu, stand LSPT berada tepat dipintu masuk mengarah ke timur.

Read More

“Kebetulan dapat tempat di pintu masuk, depan sendiri. Jadi, mudah-mudahan nanti alumni mengawalnya langsung kesini,” kata Muhammad Rusdi, Manajer Program LSPT saat diwawancarai pada Jumat, (26/05).

Baca JugaMuslimat NU Bandar Kedung Mulyo Bekerjasama dengan LSPT Lakukan Program Kesehatan Keliling

Ajang ini juga sekaligus digunakan untuk mengenalkan kepada alumni tentang LSPT. Meskipun secara garis besarnya para alumni tahu akan keberadaan lembaga ini, namun Pak Rusdi (sapaan akrabnya) mengakui bahwa banyak alumni yang belum terlalu paham akan detail program, kegiatan dan aktivitas dari LSPT.

“Tentunya ini menjadi ajang LSPT untuk promosi juga. Sekaligus mengajak mereka untuk berdonasi,” tambahnya.

Dalam gelar karya ini, konsen LSPT adalah mengajak para alumni untuk tergabung dalam ‘Gerakan Wakaf  Tunai Alat Kesehatan RS. Hasyim Asy’ari’. Mengingat rumah sakit ini belum lama dibangun, maka bantuan alumni untuk bersama-sama dalam menyediakan fasilitas dan kebutuhan yang ada sangat diharapkan.

“Tapi kami juga tetap menerima donasi via transfer dan scan barcode. Mengingat, sekarang banyak orang yang jarang bawa uang tunai,” kata Pak Rusdi.

LPST juga menyediakan kaos untuk wakaf dengan nominal tertentu, yaitu di atas 150 ribu rupiah. Jika wakaf di bawah itu, akan diberi kenang-kenangan berupa bolpoin dan Buku ‘Gus Sholah dalam Cerita dan Kenangan Santri Milenial’.

“Jadi kaos, bolpoin, dan bukunya gak diperjual belikan. Tapi sebagai bentuk hadiah atas keikhlasan mewakafkan hartanya,” jelasnya.

Beberapa unit di lingkungan pesantren juga ikut meramaikan bazar tersebut. Ada yang sifatnya transaksi jual beli atau dagang, dan ada pula yang hanya sekadar promosi program. Beberapa unit tersebut adalah PKKU Unhasy, BPRS Lantabur Tebuireng, Tebuireng Online, dan SMA Ahmad Wahid Hasyim. Stand-stand alumni juga ikut berjejer, seperti PC Ikapete Jombang; Surabaya; Sidoarjo;  Gresik; Mojokerto, Kediri; dll.

LSPT Tebuireng

Menebar Manfaat untuk Ummat …

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Comments are closed.