LSPT – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB-PPPA) Jombang diminta betul-betul serius dalam menangani kasus stunting. Bahkan dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (HKN) 2022, Bupati Jombang Mundjidah Wahab bersama DPPKB-PPPA Jombang menyatakan perang melawan stunting.Thank you for reading this post, don’t forget to subscribe!
Kepala DPPKB-PPPA Jombang, dr Pudji Umbaran menyatakan “Upaya pemerintah Kabupaten Jombang dalam menanganani stunting sangat luar biasa, karena stunting di Jombang masih tinggi.”
Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional ke-19 tahun 2022 dilaksanakan di Ruang Bung Tomo Kantor Pemkab Jombang, Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab menyatakan bahwa Kabupaten Jombang harus zero stunting. “Sengaja Kita hadirkan semua untuk memaksimalkan penurunan dan pencegahan stunting. Agar setelah bupati melakukan pencanangan, semua menjadi semangat untuk bergerak atasi stunting” kata Pudji.
Dalam kegiatan Hari Keluarga Nasional ke-19 tahun 2022 hadir Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab dan sejumlah kepala OPD, camat, TP PKK Kabupaten dan kecamatan, PLKB serta kepala puskesmas.
Upaya untuk menurunkan stunting di jombang di antaranya adalah membuat Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT). Programnya adalah mengolah apapun yang ada di sekitar kita. Perhatian khusus ini utamanya diberikan kepada anak pada 1.000 hari kehidupannya.
Upaya yang lain adalah memastikan calon pengantin betul-betul siap menikah, dan siap hamil. Baik itu dari kondisi fisik, mental, dan kesehatannya. Untuk mengatasi itu, penilaian kesiapan calon pengantin bisa dilakukan melalui Elsimil (elektronik siap menikah dan siap hamil). “Kalau pengantin belum siap maka akan kami edukasi untuk menunda sementara sampai semuanya siap. Pemantauan stunting tidak sampai di situ saja, namun terus berlanjut, seperti melalui posyandu, taman bermain, lembaga PAUD.” ungkapnya.
Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab mengatakan dengan tugas untuk memberantas stunting. “Pemberantasan ini tidak hanya untuk DPPKB-PPPA saja. Tapi harus ada sinergi antar semua OPD.” Ungkap orang satu di Jombang ini.
Implementasi dari penanganan stunting harus ada anggaran. Anggaran yang ada bisa diberikan kepada keluarga yang memiliki anak stunting dalam bentuk masakan matang, Bukan berupa uang. “Karena kalau diberikan dalam bentuk uang agar mereka masak, mereka masak belum tentu benar. untuk mengatasi masalah stunting ini butuh takaran dan nutrisi yang pas.” Pungkasnya.
Bupati juga meminta agar target penanganan stunting harus jelas dan terukur. “Jika sekarang dinyatakan perang melawan stunting juga harus jelas targetnya kapan semuanya akan selesai dan betul-betul nol.” pungkas Bupati Mundjidah.









