Keluarga besar Pondok Pesantren Tebuireng kembali berduka, usai Nyai Hj Lily Chodijah Wahid binti KH A Wahid Hasyim tutup usia pada Senin, (09/05). Adik Gus Dur wafat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta pada usia 74 tahun.Thank you for reading this post, don’t forget to subscribe!
Disemayamkan di West Covina Blok SH 31/6, Kota Wisata Cibubur, Bogor, Nyai Lily kemudian dimakamkan di Maqbarah Pesantren Tebuireng, bersama dengan makam keluarga besarnya, termasuk kakeknya pendiri Nahdlatul ‘Ulama Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari pada Selasa, (10/05 ).
Di komplek pemakaman yang terletak di Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang ini pula bersemayam para tokoh NU lainnya, seperti KH A Wahid Hasyim, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah dan dzuriyyah Tebuireng lainnya.
Ribuan pentakziah datang dari penjuru negeri. Mulai dari keluarga besar dari Jakarta dan Jombang; para ‘Ulama; seperti pejabat negara; pejabat daerah; santri dan masyarakat umum juga ikut mendoakan kepergian Nyai Lily.
Sebelumnya, Nyai Lily sempat mendapatkan perawatan di RSCM dan dalam kondisi stabil. Waktu itu juga sempat menghubungi kakaknya, Gus Umar Wahid melalui sambungan telepon. Namun, takdir berkata lain, ia kemudian wafat pada pukul 16.28 WIB.
Semasa hidup, Nyai Lily dikenal sebagai orang yang rendah hati dan pemaaf. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Gus Arif Rohman Wahid, putra dari Gus Umar Wahid yang tidak lain adalah adik kandung Nyai Lily Wahid.
“Beliau itu adalah sosok pemaaf yang sangat luar biasa. Saya merasakannya sendiri, kerena dulu tahun 2006 hubungan saya sempat kurang baik. Kemudian Bulek (sapaan akrabnya) malah meminta maaf terlebih dahulu dengan sambal memeluk saya,” tulis mengenang.
Nyai Lily Wahid lahir pada tanggal 4 Maret 1948. Ia adalah anak kelima dari pasangan suami istri KH A Wahid Hasyim dengan Ibu Nyai Solichah. Ia adalah pribadi yang memiliki kegemaran dibidang membaca dan seni. Nyai Lily Wahid dikaruniai tiga anak dari suaminya yang wafat tahun 1987 silam.
Selamat jalan Ibu Nyai Lily Chodijah Wahid, perjuangan dan jasa-jasamu tak kan pernah terlupakan.










Comments are closed.